Rabu, 08 April 2015

Tebing Mainstream



Assalamualaikum traveler, travelmate, and travelholic


Udah posting gunung-gunungan sekarang balik lagi posting traveling. Emang kalau udah dasarnya suka main yah gini nih ga puas hanya cuma traveling cantik, hiking, sekali-kali coba wisata ke tempat-tempat yang anti mainstream. Sayangnya, ini tempat yang mau saya posting udah bukan lagi tempat yang susah dijamahi. Padahal dulu tempat ini adalah tempat saya bermain ketika masih TK. Para pendatang dari luar Bandung yang biasanya lebih antusias untuk masuk lokasi ini. Menjadikannya tempat ini adalah tempat yang ngehits untuk semua kalangan.

Akses menuju kesana cukup melelahkan kantong sih sebenernya, namun akan terbayar ketika melihat gumpalan awan pagi dan udara diatas tebing dengan pesona gunung dan rimbunan pohon pinus yang hijau. Jika para pendatang menggunakan kendaraan beroda empat, sebaiknya istirahatkan mobil nya di Taman Ir. H. Djuanda atau di Warung Bandrek. Setelah itu lobbi lah para ojegers yang biasa mangkal sekitar Taman Wisata Ir. H. Djuanda. Pengalaman saya, saya lebih memilih menggunakan motor pribadi, meskipun jalannya cukup terjal dan licin oleh tanah gunung serta banyak batu-batu tapi disanalah seni dan keseruannya. Kalau naik ojeg cukup membayar 75rb bisa untuk 2 orang/motor atau di boncengin mang ojegnya. Tetapi jika anda menggunakan kendaraan umum dari arah dago. Naik angkot Kalapa-Dago warna hijau turun di terminal dan melanjutkan menggunakan angkot jurusan Ciburial-Dago, sampaikan pada supirnya turun di gang yang mau ke Gua Pakar.

Untuk tiket masuknya 11rb dan parkir motor 5rb degan tiket lanjutan ke Taman Ir. H. Djuanda.
Seru kan? Apalagi berwisata dengan dua objek sekaligus. Pokonya apalah apalah deh bandung ini.



Tips :
1. Pakai sepatu sport
2. Pakai jaket tebal
3. Datanglah untuk berburu sunrise
4. Bawa uang yang lebih





see you
travelthehappinesswithme

3 komentar:

  1. kalau pakai ojeg memang bayarnya segitu yah mbaa? mahal bener, emang jauh jarak dari Taman Ir. H. Djuanda ke Tebing nya?

    BalasHapus
  2. iya teh, tapi lebih baik bawa motor sendiri biar ada seninya... see you and the letter

    BalasHapus
  3. gmana ath klw yang gx punya motor, harus naek apa

    BalasHapus