Rabu, 01 April 2015

MT. Cikuray 2.821 mdpl

Assalamualaikum traveller..

Jumpa lagi dengan cerita lanjutan dari MT. Burangrang kemarin.


Segala keperluan sudah ku packing dalam carrier yang selalu menemani pendakian ini. Kami berlima (Gilang, Kiki, Firman, Hami, dan aku) meeting point di depan apotek Al-Masoem cibiru. Memutuskan berangkat pada tengah hari karena salah seorang dari kami harus mengikuti Ujian Tengah Semester terlebih  dulu. Jam menunjukkan pukul 13.00, setelah semua berkumpul kami langsung berangkat menuju Garut Selatan. Jalur Pendakian yang kami ambil adalah Bayongbong, jalur yang cukup menantang, melihat redaksi-redaksi dari kaka kaka senior.



Jalanan hari itu cukup padat dikarenakan libur akhir pekan, tetapi tidak sedikitpun mengurangi semangat kami untuk segera tiba disana. Kami menggunakan kendaraan roda dua supaya lebih praktis dan hemat dan membagi tugas sama rata. Ada yang satu tas penuh dengan gudang makanan, ada pula yang full perlengkapan nge camp, dan perlengkapan jaket serta sleeping bag. Kurang lebih 3 jam perjalanan dari Cibiru sampai di Bayongbong. Sebelum memulai perjalanannya, kami menyegerakan untuk sembahyang. Kami menitipkan 3 motor kami di rumah Ketua RT dengan biaya titip sebesar 10.000/ motor.



Pendakian Gunung Cikuray via Bayongbong(28-29 Maret 2015)

Gunung Cikuray adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dengan ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut. Merupakan gunung tertinggi ke empat di Jawa Barat setelah Gunung Gede.

Dari pemukiman warga, kurang lebih setengah jam untuk menuju pos 1. Kami berniat untuk bermalam di pos 1 serta melanjutkan perburuan matahari terbit esok harinya dikarenakan kondisi di pos 1 memungkinkan untuk didirikan tenda ditambah masih ada air yang mengalir untuk beberapa keperluan kami.


POS 1


Malam itu hujan terlalu kerasan menemani tidur kami, tapi kami tetap merasa hangat karena kebersamaan. Karena firasat mengalahkan ego kami, kami tidak memaksakan diri untuk berburu matahari terbit nya. Pagi itu kami hanya melihat sunrise di depan tenda saja dan dimanjakan suguhan embun yang berevaporasi mengejar matahari. 

Meski kita sedang melakukan pendakian, bukan berarti kita hanya cukup mengisi perut kosong dengan lezatnya aroma mie instan. Tetapi kami tetap berlaku mewah dengan semangkuk sarden yang dibumbui paprica dan bombay serta cabai rawit yang mempercantik tampilannya, telur dadar, ditambah dissert buah naga dan jeruk yang cukup menggoda selera. Pukul 8 kami memulai perjalanannya. Perjalanan yang menyenangkan dan bertemu dengan wanita-wanita super tangguh.




Pendakian ini mengajarkan saya banyak hal. Mungkin terlalu sulit ku rangkai dengan kata karena memang kalian yang harus melihatnya dan melakukannya. Subhanallah, alamMu begitu indah ya Rabb..


Deretan pegunungan yang terangkai sungguh memanjakan mata kami. Dalam perjalanan menuju pos 2 kami melihat gunung papandayan, gunung guntur, dan lain-lain. Ohh indahnyaaa..


POS 2


kami mendaki kurang lebih 5 jam sampai di puncak ketinggian 2.821 mdpl.


POS 3


POS 4


Pos ke 5 hingga ke 7 aku tidak sempat berfoto dulu karena terlalu bersemangat menikmati medan perjalanannya.



Ini yang menjadi alasan kenapa aku suka sekali untuk menjelajah, bertemu orang baru lewat pendakian atau travelling cantik, membuka wawasan baru, menjadikan orang-orang yang selalu sabar dalam sebuah proses, lebih dituntut untuk mandiri dan dewasa dalam mengambil tindakan. Dan, perjalananku di cikuray ini mengingatkan aku akan satu orang diantara team kami yang bergabung dalam pendakian ini.




Kata tanya ini yang membuat aku kembali menyukai pendakian ini setelah sekian lama vacum dan beralih ke dunia travelling. Puncak di atas awan ini menyampaikan segala rindu yang telah menemukan tuan nya. Hingga Allah lah yang mampu membawa kemana kaki ini akan melangkah lagi.

Thanks for the best team, Gilang, Kiki, Firman, dan Hami




and you, best friends






see you,
travel the happiness with me

Tidak ada komentar:

Posting Komentar