life is a journey,
entah perjalanan dengan alur maju atau flashback atau campuran dari keduanya. Setiap orang pasti mengalami metamorfosis dalam hidupnya. Saat pertama ia terlahir hingga ia mampu melahirkan nyawa baru bagi dunia ini. Benar sekali, perjalanan itu bermula sejak dalam kandungan. Ibu menjadi sosok pengemban amanah dari Sang Pencipta. Secara fisik maupun mental ibu akan mengalami perubahan secara dramatis. Hingga ia menjadi sosok yang tak pernah terlupakan sepanjang sejarah hidup. Jika hanya lewat tulisan, saya katakan memerlukan jutaan lembar untuk mendeskripsikan pengorbanannya selama 20 tahun ini. Bahkan mungkin hingga kelak saya membangun rumah tangga dan memberikan cucu untuknya. Subhanallah, terimakasih bu telah ikhlas hidup dalam perjalanan ini.
6 tahun menjalani merona nya masa putih- merah memiliki kenangan tersendiri untukku. bermain bola keranjang setiap usai jam pelajaran, bersenda gurai di depan kelas yang kini hanya meninggalkan sebuah cerita saja. Pastinya batagor bapak kumis depan gerbang sekolah yang selalu menggiurkan dan hingga sekarang penjual dan cita rasanya tidak pernah berubah. Masih banyak hal-hal yang tersimpan dalam benak ini, aku hanya mampu mengungkapkannya setiap kali ada kesempatan untuk bertemu dengan mereka.
3 tahun menginjakan kaki di masa putih-dongker, mulai mengenal yang namanya organisasi, lebih dewasa dalam melakukan perjalanan, lebih sering mengaktifkan diri dengan kawan bermain. Mungkin inilah langkah lanjutan dari masa lalu ku di 6 tahun kemarin. Cinta pertama yang dimasa ini sudah ku kenal, padahal notabene lingkungan keluargaku tidak mengenal istilah cinta semu. Tapi, entahlah perjalanan hidup ini memaksaku harus terus berjalan menikmatinya. Sebut saja dia "pujangga", yang sekarang sudah kulupakan nama beserta ceritanya. Biar hanya saksi-saksi bisu yang melihatnya. 3 Tahun ini aku lulus dengan nilai yang cukup memuaskan, pengorbanan jiwa dan raga untuk hari akhir di sekolah menengah pertama ini terbayar dengan passinggrade yang mencukupkanku masuk ke SMA 8 Bandung.
Solontongan 3, (nanti ada episode tersendiri ko)...
Kenapa aku skip bagian solontongan 3? karena pada massa itulah keras nya hidup benar-benar terasa. Tapi, dengan itulah pikiranku terbuka. Penilaianku terhadap masa depan jauh lebih bijaksana.
"Life is choice"
Dan aku memilih hidup ini sebagai perjalananku. Perjalanan yang akan ku tempuh ini adalah perjalanan yang "mainstream" karena hidup itu keras, sekeras perjuangan kita menghadapinya. Kalau kita menginginkan hidup yang biasa, yah lakukanlah dengan cara-cara yang biasa saja atau mungkin pilihlah untuk di zona nyaman tanpa mengutik dan menemui hal-hal baru. Tapi, jika kita memilih hidup "mainstream", berlakukanlah perjalanan unik setiap momentnya dengan cara yang tidak biasa. Mulai lakukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah kita jumpai, karena dengan itu kita akan mendapatkan pengetahuan baru, lingkungan baru, dan yang paling penting teman yang baru. Dengan kita banyak menemui orang-orang baru, pada saat itulah impianmu menjadi manusia yang bermanfaat untuk banyak orang akan terjawab!
see you,
travel the happiness with me
nice post,,, keep traveling :)
BalasHapus