Rabu, 29 April 2015

MT. Papandayan 2665 mdpl

Assalamualaikum travelholic


siapa yang tidak kenal dengan gunung yang satu ini?


Gunung api strato yang terletak di Kecamatan Cisurupan
Kabupaten Garut
Gunung yang memiliki beberapa kawah terkenal seperti Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, Kawah Manuk dengan 3 pesonanya yaitu Hutan Mati, Tegal Alun, dan Tegal Panjang. Hutan mati nya yang begitu mempesona membuat banyak para wisatawan yang datang ke tempat ini bukan hanya pendaki tetapi kalangan orang-orang yang hanya ingin menikmati pemandangan alam pun turut menikmati keindahan hutan mati ini.

Pesona Papandayan dengan 2.665 mdpl nya, membuat kami memutuskan untuk mencoba tantangan baru. 17 orang yang pada hari Sabtu itu dengan semangat yang tak gentar mengendalikan kendaran roda dua nya dari Bandung hingga Kecamatan Cisurupan tempat dimana jalur pendakian gunung papandayan berada. 4 jam perjalanan kami lahap, hingga tiba di Pos 1 kami diminta membayar retribusi sebagai tanda masuk ke kawasan Gunung Papandayan. Tiket yang tadinya diharuskan sekitar 7.500 rupiah/ orang dapat kami negosiasi menjadi 10.000/motor dengan kapasitas 2 orang. Masuklah kami ke kawasan kaki Gunung Papandayan dan menitipkan motor kami pada petugas disana dengan membayar 5.000 rupiah/motor.


Inilah keseruan kami sebelum pendakian





Cuaca hari itu menurut kami sangat tidak bersahabat, karena sedang hujan yang disertai angin kencang. Tetapi, kami terus melanjutkan pendakianya hingga tiba diatas puncak meskipun baru sampai hutan mati, semua kamera yang kami bawa masing-masing terkena air dan tidak dapat di akses kembali. 

Inilah cara sederhana kami untuk bahagia. Bagaimana dengan kalian?












see you,
travelthehappinesswithme

Rabu, 08 April 2015

Tebing Mainstream



Assalamualaikum traveler, travelmate, and travelholic


Udah posting gunung-gunungan sekarang balik lagi posting traveling. Emang kalau udah dasarnya suka main yah gini nih ga puas hanya cuma traveling cantik, hiking, sekali-kali coba wisata ke tempat-tempat yang anti mainstream. Sayangnya, ini tempat yang mau saya posting udah bukan lagi tempat yang susah dijamahi. Padahal dulu tempat ini adalah tempat saya bermain ketika masih TK. Para pendatang dari luar Bandung yang biasanya lebih antusias untuk masuk lokasi ini. Menjadikannya tempat ini adalah tempat yang ngehits untuk semua kalangan.

Akses menuju kesana cukup melelahkan kantong sih sebenernya, namun akan terbayar ketika melihat gumpalan awan pagi dan udara diatas tebing dengan pesona gunung dan rimbunan pohon pinus yang hijau. Jika para pendatang menggunakan kendaraan beroda empat, sebaiknya istirahatkan mobil nya di Taman Ir. H. Djuanda atau di Warung Bandrek. Setelah itu lobbi lah para ojegers yang biasa mangkal sekitar Taman Wisata Ir. H. Djuanda. Pengalaman saya, saya lebih memilih menggunakan motor pribadi, meskipun jalannya cukup terjal dan licin oleh tanah gunung serta banyak batu-batu tapi disanalah seni dan keseruannya. Kalau naik ojeg cukup membayar 75rb bisa untuk 2 orang/motor atau di boncengin mang ojegnya. Tetapi jika anda menggunakan kendaraan umum dari arah dago. Naik angkot Kalapa-Dago warna hijau turun di terminal dan melanjutkan menggunakan angkot jurusan Ciburial-Dago, sampaikan pada supirnya turun di gang yang mau ke Gua Pakar.

Untuk tiket masuknya 11rb dan parkir motor 5rb degan tiket lanjutan ke Taman Ir. H. Djuanda.
Seru kan? Apalagi berwisata dengan dua objek sekaligus. Pokonya apalah apalah deh bandung ini.



Tips :
1. Pakai sepatu sport
2. Pakai jaket tebal
3. Datanglah untuk berburu sunrise
4. Bawa uang yang lebih





see you
travelthehappinesswithme

Rabu, 01 April 2015

MT. Cikuray 2.821 mdpl

Assalamualaikum traveller..

Jumpa lagi dengan cerita lanjutan dari MT. Burangrang kemarin.


Segala keperluan sudah ku packing dalam carrier yang selalu menemani pendakian ini. Kami berlima (Gilang, Kiki, Firman, Hami, dan aku) meeting point di depan apotek Al-Masoem cibiru. Memutuskan berangkat pada tengah hari karena salah seorang dari kami harus mengikuti Ujian Tengah Semester terlebih  dulu. Jam menunjukkan pukul 13.00, setelah semua berkumpul kami langsung berangkat menuju Garut Selatan. Jalur Pendakian yang kami ambil adalah Bayongbong, jalur yang cukup menantang, melihat redaksi-redaksi dari kaka kaka senior.



Jalanan hari itu cukup padat dikarenakan libur akhir pekan, tetapi tidak sedikitpun mengurangi semangat kami untuk segera tiba disana. Kami menggunakan kendaraan roda dua supaya lebih praktis dan hemat dan membagi tugas sama rata. Ada yang satu tas penuh dengan gudang makanan, ada pula yang full perlengkapan nge camp, dan perlengkapan jaket serta sleeping bag. Kurang lebih 3 jam perjalanan dari Cibiru sampai di Bayongbong. Sebelum memulai perjalanannya, kami menyegerakan untuk sembahyang. Kami menitipkan 3 motor kami di rumah Ketua RT dengan biaya titip sebesar 10.000/ motor.



Pendakian Gunung Cikuray via Bayongbong(28-29 Maret 2015)

Gunung Cikuray adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dengan ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut. Merupakan gunung tertinggi ke empat di Jawa Barat setelah Gunung Gede.

Dari pemukiman warga, kurang lebih setengah jam untuk menuju pos 1. Kami berniat untuk bermalam di pos 1 serta melanjutkan perburuan matahari terbit esok harinya dikarenakan kondisi di pos 1 memungkinkan untuk didirikan tenda ditambah masih ada air yang mengalir untuk beberapa keperluan kami.


POS 1


Malam itu hujan terlalu kerasan menemani tidur kami, tapi kami tetap merasa hangat karena kebersamaan. Karena firasat mengalahkan ego kami, kami tidak memaksakan diri untuk berburu matahari terbit nya. Pagi itu kami hanya melihat sunrise di depan tenda saja dan dimanjakan suguhan embun yang berevaporasi mengejar matahari. 

Meski kita sedang melakukan pendakian, bukan berarti kita hanya cukup mengisi perut kosong dengan lezatnya aroma mie instan. Tetapi kami tetap berlaku mewah dengan semangkuk sarden yang dibumbui paprica dan bombay serta cabai rawit yang mempercantik tampilannya, telur dadar, ditambah dissert buah naga dan jeruk yang cukup menggoda selera. Pukul 8 kami memulai perjalanannya. Perjalanan yang menyenangkan dan bertemu dengan wanita-wanita super tangguh.




Pendakian ini mengajarkan saya banyak hal. Mungkin terlalu sulit ku rangkai dengan kata karena memang kalian yang harus melihatnya dan melakukannya. Subhanallah, alamMu begitu indah ya Rabb..


Deretan pegunungan yang terangkai sungguh memanjakan mata kami. Dalam perjalanan menuju pos 2 kami melihat gunung papandayan, gunung guntur, dan lain-lain. Ohh indahnyaaa..


POS 2


kami mendaki kurang lebih 5 jam sampai di puncak ketinggian 2.821 mdpl.


POS 3


POS 4


Pos ke 5 hingga ke 7 aku tidak sempat berfoto dulu karena terlalu bersemangat menikmati medan perjalanannya.



Ini yang menjadi alasan kenapa aku suka sekali untuk menjelajah, bertemu orang baru lewat pendakian atau travelling cantik, membuka wawasan baru, menjadikan orang-orang yang selalu sabar dalam sebuah proses, lebih dituntut untuk mandiri dan dewasa dalam mengambil tindakan. Dan, perjalananku di cikuray ini mengingatkan aku akan satu orang diantara team kami yang bergabung dalam pendakian ini.




Kata tanya ini yang membuat aku kembali menyukai pendakian ini setelah sekian lama vacum dan beralih ke dunia travelling. Puncak di atas awan ini menyampaikan segala rindu yang telah menemukan tuan nya. Hingga Allah lah yang mampu membawa kemana kaki ini akan melangkah lagi.

Thanks for the best team, Gilang, Kiki, Firman, dan Hami




and you, best friends






see you,
travel the happiness with me