Rabu, 18 Maret 2015

kenapa harus traveler?



KENAPA HARUS TRAVELER?

Travelling membuka suara atas segala manfaat yang ada. Belajar kepemimpinan yang ideal pastinya datang dari sang Revolusioner terbaik, pembuka jalan bagi umat Islam, pemberi penerang atas gelapnya zaman jahiliyah, memberbaiki sendi kebiadaban manusia menjadi yang beradab. Dialah Rasulullah.
Eforia kehidupan yang terus bergejolak, menampakkan segala kehancuran dari segala sudut menjadikan kita sebagai orang-orang yang masih kuat untuk beristiqomah dijalanNya.
No Problem!!!
Kita yang muda ini diwajibkan untuk dapat meninggalkan pelajaran berharga seperti Rasulullah, bukan malah menyisakan masa lalu yang tiada arti. Dengan travelling kita dapat lakukan itu. Menapaki semua sudut keindahan dunia dengan rasa syukur dan menebar segala kebaikan pada setiap orang. Seseorang yang menyebut dirinya sebagai “traveler” sebenarnya telah menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri

Kenapa???

Traveler menjaga dirinya dari segala kemungkinan buruk yang akan terjadi pada saat ia melakukan petualangan. Ia pun harus dapat memutuskan solusi ketika dihadapkan pada suatu masalah dalam hidupnya. Traveler mampu memanaje segala kebutuhannya. Mampu merancang sesuatu dengan sangat idealis untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan.
Traveler adalah sebenar-benarnya sosok pemimpin masa depan, bagaimana tidak? Mengkoordinir dirinya sendirinya saja bisa apalagi masa depan perusahannya?
 


Minggu, 08 Maret 2015

MT. Burangrang 2.050mdl

assalamualaikum burangrang

Pagi ini saya mau post sesuatu yang beda namun tetap berhubungan dengan traveling, hanya saja traveling yang satu ini tanpa iringan itinerary, budget yang besar, koper yang cantik, baju yang serba matching ya cukup dengan fisik yang kuat, semangat yang bergelora dan satu set backpack yang sudah di packing sangat rapih di rumah

ini adalah pengalaman mendaki gunung yang kesekian, tapi mendaki gunung kali ini bersama team yang super narsis dan heboh Komunitas Pendaki Gunung Bandug (KPGB). Kali pertama manjat dengan kondisi fisik yang baru saja terbangun dari kecelakan maut di perempatan batu nunggal indah. Namun, tak sedikitpun ada perasaan takut untuk bersilaturahmi dengan alam.

Pukul 5 pagi saya bangun dan bergegas untuk segera membasahi sekujur tubuhku dengan air dan bersiap dengan kostum petualang bukan kostum seperi barbie yang dari ujung rambut sampe kaki serba senada. yayaya lets go saat nya saya bertemu kawan saya yang sudah hampir 5 tahun tidak berjumpa dan kami dipertemukan kembali melalui traveling ini (sedikit curhat). 

Pagi itu saya terlambat setengah jam untuk bertemu kawan saya di depan terminal leuwi panjang karena suatu halangan yang tak dapat saya ceitakan hahaha. Saya titipkan motor biru kesayangan saya pada petugas parkir yang biasa melayani jasa parkir dan penitipan motor dengan jangka waktu satu hari cukup merogoh kocek lima ribu rupiah saja. 

Bertemu dengannya kembali mengingatkanku pada kejadian 5 tahun yang lalu saat kami masih duduk dibangku sekolah menengah pertama. Kami yang masih sama-sama polos, jaim, cuek haha itu semua tak lagi kami temukan. Kami sekarang menjadi pribadi yang baru dengan style yang berbeda dari 5 tahun yang lalu. Waktu menunjukkan pukul 6. 30 dan kami harus segera berangkat karena masih harus meeting point di RSU. Cibabat dengan anak-anak Komunitas Pendaki Gunung Bandung.

Setibanya di RSU. Cibabat kami masih satu sama lain canggung karena belum terlalu kenal namun tetap saya cairkan suasana yang beku pagi itu. Setelah semuanya berkumpul termasuk kang Alvin yang mengajak kami untuk mendaki kali ini.

Kurang lebih ada 6 motor berangkat menuju jalur komando arah dusun bambu hingga sampailah disebuah pesantren tapi saya lupa namanya hehe. Kami menitipkan motor dan helmet kami disana. Belum mendaki gunung saja kami langsung narsis (bersama ka Nur)


Sudah semuanya bersiap kami berkumpul dan berdoa terlebih dahulu pastinya supaya diberi kemudahan selama mendaki dan turun dalam keadaan selamat. Tanpa berpikir-pikir lagi kami mulai mendaki. Jarak yang akan kami tempuh kurang lebih 2.050 mdl dengan konndisi cuaca yang sedang mendung. Hampir 3 kali kami berhenti karena ada yang kelelahan tapi tetap membuat team kita kompak. Angin yang semakin mengencang serta jalanan yang sangat licin tidak menbuat semangat kami tergadaikan. Kurang lebih 3 jam kami tempuh dan finally puncak Burangrang telah menyapa kami dari kejauhan. Meski suasana berkabut, tidak menjadikan perjalanan kami  ini sia-sia, karena banyak hikmah yang dapat saya ambil.

Subhanallah, Maha Suci Engkau ya Rabb Tuhan Semesta Alam dengan segala keindahan alamnya


Yang tak akan terlupakan juga super team yang sungguh luar biasa 

 

Rasanya ingin berlama-lama di puncak itu, menikmati pelukan embun dan angin yang begitu sejuk. Namun apalah daya, balbie harus segera menuruni gunungnya. Dan inilah tantangan yag lebih extreme karena pada saat kami hendak turun hujan dengan angin yang kencang mengguyur, otomatis jalanan menjadi sangat licin. Ditengah susah payahnya memilih dan memilah jalan kami tetap narsis



Hingga tiba di bawah tempat kami berangkat tadi kami tetap bersama


Alhamdulillah trip pertama saya bersama KPGB di puncak Burangrang selesai, next trip : MT. Cikuray 




see you
travel the happiness with me